Kamis, 02 Mei 2013

Keindahan itu tak kehilangan maknanya

Saya tidak sedang berkhayal tapi mencoba berdamai dengan ketiadaan ketika cinta sejati tak lagi merambah ranah kesejukan pada jiwa semenjak kesetiaan yang berusaha diagungkan penuh rahmat entah kesengajaan tiba-tiba terlumuri bercak bercak yang mengatasnamakan kesenjangan sebagai alasan untuk pembenaran.

Aakh, terkesan klise memang tapi itulah realita bagian dari sebuah perjalanan yang harus dilalui dengan kebesaran hati memberikan ruang seluas luasnya bagi kesabaran untuk menelaah dalam renung lalu menerimanya sebagai hikmah kehidupan yang bertutur

meski genangan kecewa tak jua menyusut tak baik berlama lama memfungsikan waktu dalam kesia-siaan, mencoba berdamai dengan ketiadaan pada titik sepi dengan meluruhkan segala asa yang terhubung dengan kepemilikan lalu membiarkan menghilang dan meniada dalam genggaman kata ”memaafkan”

Jumat, 01 Maret 2013

Masihkah

aku di pelukMu
beri aku jiwa
lewat tiupan kalam
suara yang berkumandang
adalah derit rindu
menuju samudera
penyejuk hati

dalam cintaMu
masihkah
aku terdekap


Senin, 23 Juli 2012

Mengabadikan senja


Dibentang angkasa nan teduh, menggurat jingga berlaksa makna
kala surya perlahan hendak benamkam jejak
senyum simpul memuja hari, kagum akan pesona alam-Mu
hati pun bersuara
menguntai alunan jiwa
selembut rasa mendekap
terajut cerah berseri
dibawa naungan cinta sahaja

Senja ku
adamu, kubiarkan juga berlalu
membawa cerita nurani berbalut rindu
kan selalu bersenandung
dalam
sepenggal kata tertahan
nafas pun terdiam dalam isak
hanya sepercik menetes tak berucap

Dari seraut wajah yang terbias cahayamu
saat mengabadikanmu
disela perjalanan bersanding rasa damai




Rabu, 04 Juli 2012

Genangan renung







Menepi dipinggir genangan hasrat yang deras tak mengenal jeda
beriak segunung asa yang bertajuk keinginan
kadang gemuruh berombak ketika wajah wajah saling berkejaran
berebut wujud antara pasti dan absurd

Hingga letih memapah raga
jiwa pun lunglai dalam hitungan waktu
tanpa terasa usia kian mendekati batas bilangannya
sedang badan masih lena dalam buai ayunan semu

setelah itu mendayu kembali
seraya mengibah penuh harap kala asa tak terdekap
lalu bertanya pada sang diri tentang pemberhentian
sampai dimana gelombang itu kan menemukan muara

mungkinkah saat keakuan telah mencapai
ambang keseimbangan
ahh..
penaku hanya mampu meliukkan tariannya
mengukir renungan dibingkai kanvas


Selasa, 03 Juli 2012

Lakumu







Tak harus cantik untuk menjadi indah
tak perlu berhias penuh pernik polesan untuk tampil menawan
dan tak dibutuhkan kemewahan sebagai ornamen
untuk semaikan aura pesona sang hati

Pribadi berbingkai keindahan
terpantul pada cermin kebersahajaan
ada jiwa yang terpatri selalu menempatkan telapak diatas saat tindak mengepak
tanpa tendensi yang mengiringi setiap tapak

Dan ketika bersahaja membudaya sebagai lakumu
jejak yang terlewati akan berbekas mengabadi
melekat dalam sanubari yang tertinggalkan
bukan dari yang tertuang menjadi takaran

namun kemurnian yang tulus
tercetus dari sebongkah hati nan suci
kemilau itu pun terkuak dari cangkangnya
bagai permata berpijar kesahajaan






Jumat, 15 Juni 2012

Sebuah ingin

Ada rasa menyemai
saat deret abjad tertatap retina
dalam sapa pesan bertaut
silirkan deru menggelora gemuruh

seiring nafas terengah
hadirkan wewangi tak sedap
selipkan sebilah tanya
dia lagi kah....?

akh
geliatku makin menggila
meronta tak berhaluan
ingin ku menyudahi

tapi hanya sebuah ingin
ternyata....


Biarkan

Semua tak mungkin terlupa
biar dan biarkan mengalir apa adanya
perih yang merambah sukma
pedih yang tak tertakar dengan kata

mungkin akan butuh penawar
melalui setiap titik perjalanan
setidaknya untuk bertahan
saat rasa terdera lagi

ah sudahlah
biarkan saja
bagiku semua hanyalah sebait cerita
yang mungkin tak berujung

mengapa harus meranggas
bila itu hanya sebatas sentilan
biarkan saja
sampai dimana kisah kan bermuara

Entah..........